Luas Wilayah
Explore Semarang
Lihat SemuaJourney
Through Time
Sejarah panjang perkembangan Kota Semarang dari masa ke masa, merekam jejak kerajaan maritim purba hingga menjelma menjadi sebuah kota modern metropolitan cerdas yang sangat inklusif.
GEREJA BLENDUK HERITAGE
Mengunjungi sisa arsitektur kuno megah abad ke-18 di tengah kota Semarang.
Era Kerajaan & Pelabuhan
Abad ke 8M hingga 16 MPada abad ke-8 Masehi, gugusan pesisir di utara Jawa dikenal dengan nama Pragota (kini menjadi wilayah Bergota) dibawah Kerajaan Mataram Kuno yang berperan vital dalam pelayaran dagang antarpulau. Selama berabad-abad, wilayah ini mengalami proses sedimentasi, Endapan lumpur yang terbawa oleh aliran Kali Kreo, Kali Kripik, dan Kali Garang tersebut mengisi ruang laut dangkal sehingga mengubah lanskap perairan menjadi daratan pesisir.
Kedatangan Cheng Ho
Abad 14 M - 15 MPendaratan armada laksamana dari Dinasti Ming, Zhèng Hé (Cheng Ho), pada awal abad ke-15. Menurut catatan historiografi, armada monumental ini bersandar di Pelabuhan Simongan pada tahun 1435 M, di muara sebuah sungai yang saat ini dikenal sebagai Kaligarang. Pendaratan Cheng Ho, yang merupakan seorang Muslim, tidak hanya membawa misi diplomatik dan niaga, tetapi juga menumbuhkan akar pertukaran budaya. Jejak pendaratan tersebut diabadikan melalui pendirian sebuah tempat ibadah di gua batu, yang melalui proses akulturasi dan sinkretisme budaya yang panjang kini dikenal luas sebagai Kelenteng Sam Poo Kong atau Gedung Batu. Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming tiba di Semarang, membawa pengaruh budaya Tiongkok yang kuat pada perkembangan kota.
Era Kolonial Belanda
1678 M – 1942 MMenjelang akhir abad ke-17, krisis legitimasi dan perang suksesi yang melanda Kesultanan Mataram menjadi titik masuk bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Semarang. Pada tanggal 15 Januari 1678, Sunan Amangkurat II dari Mataram dipaksa menandatangani perjanjian yang menjaminkan penguasaan wilayah pesisir pantai utara, termasuk pelabuhan Semarang, kepada VOC sebagai kompensasi atas intervensi militer Belanda dalam meredam pemberontakan Trunojoyo. Penyerahan ini direalisasikan secara mutlak pada tahun 1705 oleh Susuhunan Pakubuwono I, yang secara formal melegitimasi status Semarang sebagai teritori penuh milik Belanda. Semarang berkembang menjadi kota pelabuhan utama dan pusat perdagangan VOC, mewariskan kawasan Kota Lama (Little Netherland).
Kemerdekaan Indonesia
1945Perang Dunia II menghancurkan seluruh kemapanan yang telah dibangun oleh rezim Hindia Belanda selama berabad-abad. Pendaratan tentara Kekaisaran Jepang (Dai-Nippon) di Pulau Jawa pada Maret 1942 memaksa pemerintah kolonial menyerah tanpa syarat. Selama masa pendudukan militer yang relatif singkat (tiga setengah tahun), struktur morfologi kota mengalami stagnasi dan kemunduran akibat perusakan fasilitas publik. Seluruh fokus administrasi direkayasa ulang untuk mendukung kampanye militer Jepang. Wali Kota Belanda terakhir, H.E. Boissevain, digulingkan dan sistem komando dipindahkan sepenuhnya ke tangan militer Jepang. Dinamika sosio-politik paling kritis meletus tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berkumandang. Memasuki bulan Oktober 1945, ketegangan antara pemuda revolusioner Indonesia (dibantu Badan Keamanan Rakyat dan Kepolisian Istimewa) dengan sisa-sisa garnisun Jepang yang masih bersenjata lengkap. Semarang menjadi saksi sejarah Pertempuran Lima Hari, sebuah perlawanan heroik rakyat melawan tentara Jepang.
Semarang Modern
1958 - SekarangSoekarno menginstruksikan penciptaan pusat kegiatan kota (civic center). Dalam kurun waktu 1965–1969, dengan mengerahkan berbagai sumber daya yang tersisa, pemerintah mengubah sebuah area tak berpenghuni di bagian selatan kota menjadi Kawasan Simpang Lima dengan nama Lapangan Pancasila. Pada tanggal 23 November 1985, Presiden Soeharto meresmikan pelabuhan hasil revitalisasi dan menamainya Pelabuhan Tanjung Emas. Pembangunan Sistem Polder Banger, Sub Polder Tawang, Normalisasi Banjir Kanal, serta mega-proyek DAM Jatibarang (2011–2012) yang berfungsi ganda sebagai pengendali banjir dan cadangan air baku. Transformasi Semarang menjadi kota metropolitan yang inklusif, memadukan pesona sejarah dengan infrastruktur masa depan.
Next Events
Lihat SemuaBerita Terbaru
Lihat SemuaPenyaluran Bantuan Air Bersih di Semarang
Memasuki awal September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah mendistribusikan 19...
04 Sep 2026 Tourism NewsVisi 2045: Semarang Proyeksikan Diri Sebagai Destinasi Wisata Global
Pegiat Pariwisata Kota Semarang mendorong agar pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah...
20 Jul 2026